3/29/09

HIDAYAH DATANG BUKAN AGAR KITA BISA MENCIBIR DAN MERENDAHKAN ORANG-ORANG YANG BELUM MENDAPATKANNYA

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Suatu saat saya tanya ke seorang sahabat, “pernah ndak merasa diri kita ini begitu mudahnya memandang rendah, meremehkan orang lain? Seolah-olah bahwa diri kita lebih baik dari mereka hanya karena mereka tidak sesuai dengan gambaran ideal dalam pikiran kita?

Pertanyaan itu bukan bersifat introgatif, tetapi lebih ke konsultatif. Kemudian sahabat saya menasihati saya begini dan begitu.

Ya, seringkali kita merasa lebih baik dari orang lain. Dalam beberapa hal mungkin ini ada positifnya. Tapi bila ini berlangsung di semua waktu, maka hal ini bukan pertanda baik. Merasa bahwa diri “ suci” mungkin sering hinggap dihati orang-orang yang mengaku sebagai aktivis dakwah, seperti saya. Ya, mengaku saja, karena belum banyak bukti yang mendukung.

Seringkali ketika melihat cewek dan cowok berdua-duaan, melihat cewek berpakaian “horror” setiap harinya, yang muncul bukan hanya murni kebencian terhadap perbuatan/perilaku mereka yang belum baik itu. Tetapi tidak jarang, kebencian itu disertai dengan rasa meremehkan dan merasa bahwa kita lebih baik dari mereka.

Lain kali,tatkala melihat saudara kita salah melakukan gerakan shalat,itu pun juga tak luput dari rasa meremehkan. “Ah, dasar orang awam, gitu aja gak bisa… liat nih contoh gue…gini yang bener…!”

Juga klaim-klaim sepihak, kafir, kiri, bid’ah, taklid buta, hedon, dllsb yang kerap kita alamatkan pada mereka, seolah membuat kita bangga. Kemudian secara salah kaprah, kita bersyukur bahwa kita mendapat hidayah dan mereka tidak. Tanpa kemudian mau membenarkan kesalahan yang mereka perbuat. Seringkali klaim itu kita sematkan, tanpa adanya proses dakwah yang proporsional terlebih dahulu.

Jika yang terjadi adalah seperti Abu Jahal, yang sudah didakwahi, tetapi kok masih saja membangkang, bolehlah kita mengklaim sepeti itu, karena Allah sendiri sudah memberi label mereka sesat lewat turunnya ayat Alquran. Tetapi kadang kita lupa, bahwa kita bukan nabi, dan orang-orang disekeliling kita itu juga bukan orang-orang macam Abu Jahal dan konco-konconya.

Maka, saya ingin mengingatkan khususnya pada diri saya pribadi dan juga pada temen2 semua, bahwa hidayah yang datang pada kita ini, bukan diturunkan oleh Allah agar kita bisa mencibir dan mengejek saudara-saudara kita yang belum mendapatkan hidayah. Bukan…sama sekali bukan itu. Tetapi hidayah itu datang kepada kita agar kita bisa menularkannya pada orang-orang di sekeliling kita. Agar mereka turut dapat merasakan indahnya islam yang dibawa oleh Rasulullah Saw ini.

Wallahu a’lam.

Silakan meninggalkan komentar Anda di sini
Emoticon Emoticon

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <!-- Melayang --> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-1793065522891176" data-ad-slot="5011446128" data-ad-format="auto"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>