4/23/09

Namanya Thesaurus, kira-kira apa ya?

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

“Pernah mendengar kata thesaurus?”
“Apa? Pernah lihat di film Jurrasic Park?”
“Ah...bukan...! Itu sih dinosaurus!”


Ya, thesaurus memang bukan nama spesies hewan purba...! Apalagi umpatan dalam bahasa jawa, jelas bukan lah..!

Bagi rekan-rekan yang suka ngetik di Microsoft Word, mungkin sering melihatnya. Coba deh klik kanan pada sebuah kata kemudian select synonim, pada bagian bawah akan muncul thesaurus.

Pertanyaannya apa sih thesaurus itu?

Ya, thesaurus merupakan bahasa yunani, yang artinya treasure house atau dalam bahasa jawa diterjemahkan "omah bondo" atau rumah harta dalam bahasa indonesia. Thesaurus merupakan kamus sinonim yang merupakan alat penolong bagi orang yang mempelajari bahasa atau kata-kata.

Ia pertamakali dikenalkan oleh PETER MARK ROGET pada tahun 1852, dengan judul Roget’s Thesaurus of English Words and Phrases. dan sejak terbit itu telah laku terjual lebih dari 30 juta copy....

Bagi para penulis dan orang yang belajar bahasa, thesaurus sangat dibutuhkan, karena ia tidak sekadar memberikan sinonim sebuah kata saja, tetapi ia disusun sedemikian rupa sehingga kata-kata yang muncul dikelompokkan berdasarkan pemeringkatan dari mulai yang terdekat sinonimnya hingga yang artinya berlawanan (antonim). Pernahkah teman-teman menggunakan kata tertentu tetapi rasa bahasanya kurang tepat? Nah, jika demikian kita bisa menggunakan thesaurus. Misalkan ketika saya mencari kata “cold” dalam thesaurus, maka akan muncul berbagai kata sebagai berikut:

chilly: chilly, freezing, icy, frosty, bitter, wintry, frozen, arctic
antonym: hot

emotionless: emotionless, taciturn, unfriendly, unemotional, unsympathetic, unkind, icy, stony, callous, uncaring, impersonal, hardhearted, aloof, distant, unfeeling, indifferent, formal, cool, remote, detached, frosty
antonym: friendly

Dari situ kita bisa memilih kata mana yang paling sesuai dengan konteks kita. Apakah cold yang kita maksud itu berhubungan dengan suhu atau dingin dalam sikap.

Begitupun dalam bahasa Indonesia, kita juga bisa mencari kata tertentu seperti di atas. Thesaurus dalam bahasa Indonesia yang sering saya gunakan adalah Thesaurus bahasa Indonesia karya Eko Endarmoko terbitan PT Gramedia Pustaka Utama, hanya saja di dalamnya tidak disertakan antonimnya. Misalkan kita ingin menggunakan kata “nangkring” tetapi kok rasa-rasanya agak gimana gitu, coba dicari di thesaurus, di sana kita bisa melihat padanan katanya: Berjongkok, nongkrong.

Di sini thesaurus sangat membantu penulis terutama untuk mencari kata yang tepat dalam sebuah konteks. Karenanya, seorang penulis biasanya mempunyai beberapa pendamping setia selain pena atau computer, yaitu Mbak Dictie (Dictionary/kamus) dan Mbak Thesy (Thesaurus).


Sumber gambar: http://www.wearviral.com/products/thesaurus?variant=377755863

Silakan meninggalkan komentar Anda di sini
Emoticon Emoticon

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <!-- Melayang --> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-1793065522891176" data-ad-slot="5011446128" data-ad-format="auto"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>