6/19/12

I Love You

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online


Terbiasa dengan lingkungan Jogja di mana orang-orangnya saling menyapa (ngruruhi) ketika bertemu meski antar mereka tidak saling kenal, membuat saya ingin melakukan hal yang sama di lingkungan baru saya tinggal: Jakarta. Namun agaknya, beberapa kali saya harus merasa nggonduk karena sapaan saya ternyata dicuekin. Lain kali malah dibalas dengan tatapan tak bersahabat, yang kalau itu dilakukan di Jogja dan sekitarnya bisa direspons dengan "Ngopo Mas, ra trimo? Ngejak gelut?". Singkat kata, tatapan yang seolah mengajak berkelahi. Entahlah, mungkin ini dalam perspektif orang Jawa saja, atau memang demikian adanya.

Tetapi untungnya tidak semua bersikap demikian. Ada pula yang membalas sapaan saya itu meski hanya dengan senyum. Tapi itu sangat berarti bagi saya. Berarti bahwa saya tidak sendiri di sini. Ada mereka bersama saya. Meski itu hanya perasaan saya saja.

Maka ketika saya pulang ke Jogja, saya jadi bisa lebih merasakan betapa "ramahnya" orang Jogja--sebuah hal yang dulu tidak pernah saya sadari. Bahkan keramahan itu bisa saya temui sebelum saya sampai Jogja itu sendiri: ketika kereta yang saya tumpangi telah mendekati Jogja, saya merasakan para pedagang asongannya lebih ramah daripada pedagang dari daerah-daerah sebelumnya. Apalagi jika sudah sampai lempunyangan. Para pedagang akan bersikap lebih ramah lagi.

Saya tak hendak memuji orang Jogja atau Jogja sebagai wilayah, tetapi bahwa karakter tepa selira dan keramahan itu ada di sana itu adalah sebuah fakta. Bukan berarti pula bahwa di sana tak ada yang bersikap tidak semestinya. Tak pula saya menyesali nasib saya di perantauan. Justru saya mensyukuri perantauan ini, karena dari sana saya bisa lebih banyak belajar. Belajar tentang bagaimana menghadapi tipe-tipe orang dengan karakter yang berbeda. Dan itu memperkaya khazanah saya. Di sini, saya hanya hendak menuliskan sebuah kerinduan. Sebuah kerinduan pada kota kelahiran tercinta. Ya, Jogja memang tak tergantikan. I love you Jogjakarta...

Gambar dari sini

Silakan meninggalkan komentar Anda di sini
Emoticon Emoticon

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <!-- Melayang --> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-1793065522891176" data-ad-slot="5011446128" data-ad-format="auto"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>