[Tarbawi Edisi 276] Menakar Selera Kita dalam Saling Mengingatkan

10:27 AM
Semangat saling mengingatkan, semangat saling memperbaiki. Bukan saling menjatuhkan. Apalagi menyakiti. Maka apa yang kita sampaikan kepada seseorang hendaknya diniatkan hanya untuk menciptakan perubahan dalam dirinya. Tidak ada selera yang lain.Maka saling mengingatkan adalah sebuah usaha untuk menjangkau hati dan menyentuh jiwa.

Namun saling mengingatkan tentu bukanlah perkara mudah, yang bisa kita lakukan hanya berdasar selera kita saja, tanpa memedulikan isi hati, watak,karakter, dan pikiran manusia-manusia yang kita hadapi. Ini penting, karena niat yang baik tidak selalu bisa diterima secara baik, jika kita yang menjalankannya hanya tahu selera kita saja. Tapi buta atau tak mau tahutentang yang lain, dan tentang hakikat mengingatkan itu sendiri.



WIJHAT| Hasrat Komunikasi

RUHANIYAT| Jangan Takut Jika Harus Lewati Ujian

KEARIFAN| Komunitas Sindikat KUliner

JAULAT| Menelusuri Malam di Jakarta Historical Place

LIQOAT| Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie: Menata Ulang Konstitusi Indonesia

DZIKROYAT| Galuh Sukmara Hafeez: Aktivitas Pendidikan Bagi Tunarungu

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Silakan meninggalkan komentar Anda di sini
EmoticonEmoticon