Ruang Tunggu

10/15/16

Inikah Cara Permanen Memperpanjang Akses (Berlangganan) ePaper Interaktif Kompas Secara Gratis?






Sebelumnya telah kita bahas Cara Akses (Berlangganan) ePaper Interaktif Kompas Secara Gratis. Perlu diketahui bahwa hak akses yang kita dapatkan setelah mendaftar sesuai petunjuk pada artikel sebelumnya hanya diberikan selama 7 (tujuh) hari. Lantas Adakah Cara Permanen Memperpanjang Akses (Berlangganan) ePaper Interaktif Kompas Secara Gratis? Jawab: sebenarnya  tidak ada cara untuk membuatnya berlaku selamanya. Cara yang paling mungkin adalah Anda berlangganan Berlangganan ePaper Interaktif Kompas di halaman ini.  
Biaya Langganan
Nah, Pilihan Biayanya adalah Rp 1.176.000,00 (1 tahun) dan Rp 588.000,00 (6 bulan). Wow.. mahal, juga ya! Apakah ada yang gratis? Jangan khawatir, ada solusinya, dan ini gratis... Sebelumnya pastikan Anda sudah melakukan langkah-langkah yang dijelaskan pada artikel sebelumnya: Cara Akses (Berlangganan) ePaper Interaktif Kompas Secara Gratis.  


Begini Cara Memperpanjang Akses (Berlanggganan) ePaper Interaktif Kompas Secara Gratis.

1. Cek Email Anda.
Pada setiap akhir periode mendekati kedaluwarsa masa Akses Kompas Digital, Anda akan mendapatkan kiriman email berisi Notifikasi Perpanjangan Kode Akses Kompas Digital. Jika Anda mendapatkan email ini, jangan tunggu lebih lama, segera klik pada tulisan "Dapatkan Akses", maka Anda akan dialihkan menuju halaman perpanjangan akses. Jika ternyata ANda melewatkan email tersebut, jangan khawatir, tetap buka email dan klik "Dapatkan Akses" (dengan login terlebih dahulu), maka notifikasi perpanjangan lain akan dikirimkan kembali ke email Anda tidak lama dari hari Anda mengklik email tersebut.
Notifikasi Perpanjangan Kode Akses Kompas Digital
 
Baca juga: Saatnya Mengubah Pengeluaran Bulanan Anda Menjadi Penghasilan Tambahan 


2. Masukkan Kode yang Diminta  
Setelah Anda mengklik tulisan "Dapatkan Akses" (dengan login terlebih dahulu), maka Anda akan diarahkan ke halaman seperti ini:
Anda akan diminta untuk memasukkan kode yang ada di Kompas Cetak Edisi tertentu. Penempatan kode biasanya disebutkan pada halaman berapa. Anda dapat membeli Kompas Cetak atau sekadar pinjam ke teman atau tetangga yang memilikinya dan mencatat kode yang diminta serta kemudian memasukkannya ke dalam isian aktivasi. Jika Anda berhasil, maka Anda akan menerima email pemberitahuan.
Dan Selamat! Anda telah berhasil memperpanjang akses ePaper Interaktif Kompas.  



loading...





Penting untuk diperhatikan: Apabila masa akses mendekati masa kedaluwarsa, rajin-rajinlah mengecek email, karena Notifikasi Perpanjangan Kode Akses Kompas Digital sangat mungkin dikirimkan pada saat-saat tersebut. Untuk memperpanjang akses, lakukan langkah-langkah yang telah saya sebutkan di atas.  

Demikian artikel Inikah Cara Permanen Memperpanjang Akses (Berlangganan) ePaper Interaktif Kompas Secara Gratis? ini, semoga bermanfaat. 

9/29/16

Cara Akses (Berlangganan) ePaper Interaktif Kompas Secara Gratis






Pada era digital sekarang ini, layanan koran cetak berlomba-lomba mengeluarkan koran versi digital mereka atau biasa dikenal sebagai e-paper. Kompas juga tidak mau kalah dalam menghadirkan edisi digital tersebut. Nah, kali ini saya akan membahas bagaimana Cara Akses (Berlanggganan) ePaper Interaktif Kompas Secara Gratis. Baca artikel ini hingga selesai. 
E-Paper Kompas Edisi Selasa, 27/09/2016
 Berbeda dari layanan e-paper Media Indonesia yang bisa diakses tanpa login, untuk dapat mengakses layanan e-paper kompas kita perlu mendaftar dan login sebagai pengguna.

Berikut saya paparkan Cara Akses (Berlanggganan) ePaper Interaktif Kompas Secara Gratis (baca hingga selesai): 1. Daftar Kompas ID, melalui alamat berikut: http://epaper.kompas.com/kompas/ dan klik daftar di pojok kanan.
Klik Daftar di Pojok Kanan Atas
2. Isi formulir pendaftaran. Pastikan alamat email yang didaftarkan aktif dan dapat diakses karena login akan menggunakan email tersebut.
3.Aktifkan Kompas ID Anda. Setelah mendaftar, cek email yang Anda pakai untuk mendaftar Kompas ID, kemudian aktifkan Kompas ID Anda dengan mengklik tautan yang dikirimkan oleh Kompas ID
Klik Tautan Aktivasi yang ada di email
4. Login/Masuk ke ePaper Interaktif Kompas dengan Memasukkan Email Terdaftar dan Password ke situs http://epaper.kompas.com/kompas/. Klik edisi yang dipilih dan Anda akan dapat mengakses edisi tersebut.
Catatan: Sejauh pengalaman saya, Anda dapat mengakses semua produk Kompas Digital seperti: Kompas Pagi, Kompas Siang (edisi terakhir 28/02/2015), Kompas Ekstra (edisi terakhir 10/06/2014), serta Kompas Edisi Khusus (edisi terakhir 26/06/2015). Namun demikian, ada laporan dari pembaca blog ini yang baru melakukan aktivasi ketika mengakses layanan edisi selain Kompas Pagi mendapat notifikasi "Waktu bebas membaca telah habis."
Selamat... sekarang Anda sudah bisa mengakses E-Paper Kompas secara gratis. Anda Anda Mendapatkan Edisi Perkenalan ePaper Interaktif Kompas. Email notifikasi akan dikirim ke email anda.
Eit... tapi tunggu dulu, hak akses yang Anda miliki hanya bertahan selama 7 (tujuh) hari saja.  Lantas bagaimana cara agar hak akses ePaper Interaktif Kompas Anda dapat berlaku selamanya? 

Ikuti pembahasannya pada artikel Inikah Cara Permanen Memperpanjang Akses (Berlangganan) ePaper Interaktif Kompas Secara Gratis? 


loading...






Demikian artikel Cara Akses (Berlanggganan) ePaper Interaktif Kompas Secara Gratis ini, semoga bermanfaat. 

9/28/16

Cara Akses (Berlangganan) ePaper Media Indonesia Secara Gratis






Setelah berbagi tips Cara Akses (Berlanggganan) ePaper Interaktif Kompas Secara Gratis, kali ini saya akan berbagi tips tentang  Cara Akses (Berlanggganan) ePaper Media Indonesia Secara Gratis.

Sebagaimana kita tahu bahwa Media Indonesia, yang merupakan bagian dari Perusahaan Media Group pimpinan Surya Paloh, seringkali dianggap sebagai surat kabar umum terbesar ketiga di Indonesia. Oleh karena itu, berita-beritanya dapat dianggap mewakili apa yang terjadi di Indonesia, khususnya situasi perkembangan politik ekonomi di Jakarta. Maka, keberadaan e-paper Media Indonesia akan sangat membantu kita untuk mengupdate informasi yang sedang terjadi.

Nah, langsung saja, berikut saya sajikan Cara Akses (Berlanggganan) ePaper Media Indonesia Secara Gratis. Tidak seperti mengakses ePaper Interaktif Kompas yang mengharuskan kita login/masuk terlebih dahulu, bahkan harus membayar biaya berlangganan, ePaper Media Indonesia dapat kita akses secara gratis dan tanpa login. Caranya, Anda hanya perlu mengunjungi tautan ini: http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/. 


loading...





Nah, itulah  tips Cara Akses (Berlanggganan) ePaper Media Indonesia Secara Gratis. Semoga bermanfaat.



Untuk Cara Akses (Berlanggganan) ePaper Interaktif Kompas Secara Gratis klik di sini

9/22/16

Apa Arti Gawai?

Ilustrasi: gawai
Ketika menyimak beberapa media daring (media online) akhir-akhir ini, saya menemukan penggunaan kata "gawai"yang semakin sering intensitasnya. Tidak hanya saya, barangkali sahabat juga menemui istilah "gawai" ini digunakan dalam bidang teknologi. Pertanyaannya, apa arti gawai itu sendiri?

Dari penelusuran istilah di KBBI, saya menemukan dua makna gawai. Pertama gawai (n) dimaknai kerja, pekerjaan. Makna inilah yang lebih sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, gawai (n) dimaknai sebagai alat; perkakas. Makna gawai sebagai alat/perkakas ini jarang digunakan dan umumnya digunakan dalam ragam kesusasraan Melayu Klasik.

Lantas makna gawai yang mana yang berhubungan dengan teknologi? Tentu saja makna gawai yang kedua, yaitu alat/perkakas, dan dipadankan dengan makna kata gadget dalam bahasa Inggris. Gadget bermakna kurang lebih a small device or machine with a particular purpose (alat kecil atau mesin yang mempunyai fungsi tertentu) (Merriam Webster dictionary). Dari deskripsi tersebut, dapat kita amati bahwa kata "gawai" layak untuk disepadankan maknanya dengan kata "gadget".

Wikipedia juga mendefinisikan Gawai (bahasa Inggris: gadget) sebagai suatu peranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis yang secara spesifik dirancang lebih canggih dibandingkan dengan teknologi yang diciptakan sebelumnya.

Menurut Wikipedia, perbedaan gawai dengan teknologi yang lainnya adalah unsur kebaruan berukuran lebih kecil. Sebagai contoh:
  • Komputer merupakan alat elektronik yang memiliki pembaruan berbentuk gawainya yaitu laptop/notebook/netbook.
  • Telepon rumah merupakan alat elektronik yang memiliki pembaruan berbentuk gawainya telepon seluler.
Nah, mengingat bahwa bahasa Indonesia sudah memiliki padanan kata untuk kata gadget, maka sudah saatnya untuk menggantinya dengan kata gawai. Aneh atau tidaknya suatu kata hanyalah masalah kebiasaan. Jadi semakin kita biasakan, kata tersebut akan semakin dapat diterima.

Referensi
http://www.merriam-webster.com/dictionary/gadget
https://id.wikipedia.org/wiki/Gawai
http://kbbi.web.id/gawai
http://kbbi.web.id/gawai-2


Gambar: https://pixabay.com/p-823613/?no_redirect

1/30/14

Aku dan Jakarta dalam Tangkapan Kamera

Foto-foto di bawah ini merefleksikan, atau paling tidak menjadi saksi gambaran hidup saya selama periode awal berada di Jakarta. Masih ada banyak momen lain yang penting, tapi karena keterbatasan sarana, tak dapat terdokumentasi dengan baik. Silakan menikmati.

Aku dan Kereta

Tiket Kereta Api Progo Jogja-Jakarta, 26 Desember 2010
Ini adalah tiket kereta api pertama yang saya beli sendiri sekaligus perjalanan kereta api pertama yang saya tempuh tanpa tahu di mana turunnya (belum pernah ke sana). Pada waktu itu, PT KAI masih memberlakukan tiket tanpa tempat duduk, dan saya dapat tiket jenis ini.

Ngolong di Kereta Senja Bengawan, 29 Juli 2012
Beberapa lama menggunakan jasa transportasi kereta api membuat saya terbiasa tidur ngolong di bawah kursi.

Antre tiket KA Ekonomi di Stasiun Tanah Abang, 30 Juli 2012


Antre tiket di Stasiun Tanah Abang pada ketika pemesanan tiket baru bisa dilayani H-7. Antre selalu mengular. Untunglah, saat ini saya tidak perlu lagi mengantre untuk membeli tiket. Cukup beli di Kantor Pos, Alfamart, Indomaret, atau agen Fastpay, dll.




Sungai Serayu, 5 Juni 2011

Entah ini waktu liburan apa, tapi yang jelas ini foto sungai serayu yang diambil dari dalam kereta api.


Foto-foto di bawah ini diambil dalam perjalanan pulang dari Jakarta dari dalam kereta api Fajar Utama Yogyakarta jurusan Pasar Senen-Yogyakarta.
3 November 2012


3 November 2012

3 November 2012

3 November 2012

3 November 2012

3 November 2012

3 November 2012

3 November 2012

3 November 2012

3 November 2012

Cerita Anak Kos di Kosan Lama

Nasi hari ini :)

Kucing yang selalu memilih tidur di tumpukan sandal dan sepatu


Seperangkat perabot makan dan minum

Kucing di sekitar kos lama

Lalu Lintas Jakarta

Ini masih terbilang lancar

Jakarta merayakan ulang tahunnya



Ngamen Kreatif ala Seniman Jakarta: Jadi Robot

Tanah Abang
Di bawah ini adalah barang dagangan yang saya potret ketika keliling Tanah Abang









Cerita dari Jakarta Islamic Book Fair

Dari Stand Buku Anak

Kitab Masakan, sepertinya perlu beli ini

Foto acak perjalanan hidup saya di jakarta


Buah Bintaro yang banyak ditemukan di area parkiran kantor

Himbauan yang dulu sulit terealisasi, kini sudah lumayan dipatuhi, meski merokok masih ditemui di bordes kereta api.

Boneka Wadah Mahar, 16 Agustus 2012
Bandara Soekarno-Hatta
Minuman yang Diduduki, Bandara, 17 Agustus 2012


Sepasang Sandal di Bandara Soekarno-Hatta, 17 Agustus 2012


Pameran Lukisan, 13 Agustus 2012

Dinar dan Dirham untuk mahar pernikahan saya, 10 Agustus 2012

1/29/14

Berani Menegur Itu Menggerakkan

Menegur adalah bagian dari interaksi kita dengan orang lain dalam kehidupan ini, yang ditujukan kepada orang tertertu, karena kita mengharapkan perbaikan pada dirinya.

Menegur untuk menyatakan kebenaran kepada orang lain, mungkin terlihat mudah. Tapi faktanya, tindakan tersebut begitu sulit dan berat dilakukan oleh sebagian besar dari kita.

Padahal semua kita yang mengetahui kesalahan itu pasti sepakat, bahwa kekeliruan harus diluruskan, kesalahan harus diperbaiki, kezaliman harus diakhiri. Teguran amat pentig, supaya kesalahan tidak berlanjut, dan tidak merusak lebih dalam serta lebih luas. Tentu dengan tidak mangabaikan etika dan prinsip didalam melakukannya. Karena itu, kita juga sepakat bahwa berani menegur itu menggerakkan, berani mengingatkan itu menghidupkan.

Tarbawi Edisi 313.

7/16/13

Khasnya Ramadhan di Kota Jogja

Sejak saya merantau ke Jakarta, Ramadhan tahun ini menjadi kali pertama saya tidak bisa pulang ke Jogja pada awal-awal puasa. Tentu ini membuat saya semakin merindukan Jogja. Bukan hanya karena rindu berkumpul bersama orangtua dan teman-teman lama, tetapi juga rindu suasananya yang ramah dan bersahaja: Kampung Ramadhan Jogokariyan (pasar sore, kajian-kajiannya, tarawih 1 juz setiap malam jumat dan tentu saja i'tikafnya yang bernas dan penuh makna), buka puasa di Masjid Kampus UGM, dan tak lupa Muslim Fair yang rutin digelar saat Ramadhan.

Namun, di samping hal-hal yang sudah saya sebutkan di atas, ada ciri khas Ramadhan di Jogja yang tak tergantikan di tempat lain, yaitu tanda imsak dan berbuka RRI Yogyakarta yang fenomenal. RRI Yogyakarta bisa dikatakan merupakan barometer penentuan waktu imsak dan berbuka terutama di kalangan orang-orang tua. Setiap imsak tiba, RRI akan memutar tanda mirip bunyi kapal sebanyak tiga kali dan diikuti oleh kata-kata "imsak" sebanyak tiga kali pula. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan al-Qur'an langsung dari sebuah masjid tertentu di Yogyakarta.
Sementara itu, untuk tanda berbuka, RRI akan memutar sirine panjang diikuti oleh doa buka puasa dan azan Maghrib. Begitu populernya kedua tanda tersebut sehingga keduanya juga dipakai radio lain untuk memberitahukan saat imsak dan berbuka.

Berawal dari rasa rindu, akhirnya saya mencari kedua tanda tersebut dan alhamdulillah ketemu. Bagi yang penasaran, silakan mengunduh (download) Mp3 tanda imsak dan buka puasa RRI Yogyakarta di bawah ini.



Unduh Mp3 tanda imsak RRI Yogyakarta

Unduh Mp3 buka puasa RRI Yogyakarta

Intermezzo

Travel

Teknologi