Sebuah pengantar: Cara Mudah dan Murah Membuat Website Undangan Walimah

0 komentar
Dengan akses internet yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, kini undangan online cukup populer dipakai sebagai salah satu media alternatif untuk mengundang kawan/kolega menghadiri acara walimahan/resepsi. Selain undangan cetak yang penyebarannya terbatas, kita bisa menggunakan undangan online yang jangkauannya tidak mengenal batas asalkan orang yang kita undang bisa mengakses jaringan internet.

Salah satu yang sudah jamak digunakan adalah event yang ada di facebook. Kita bisa menyetting siapa saja yang diundang. Para tamu juga dapat memberikan konfirmasi apakah dapat hadir, mungkin hadir atau tidak dapat hadir. Selain kolom kapan acara kita berlangsung dan diselenggarakan di mana, ada pula peta yang biasanya secara otomatis tampil ketika kita mengisikan tempat acara berlangsung. Di bawahnya juga terdapat kolom komentar yang memungkinkan tamu untuk sekadar memberikan ucapan selamat atau menyampaikan maaf karena tidak bisa datang.

Namun demikian, mungkin ada yang menganggap undangan RSVP yang ada di facebook tersebut kurang lengkap dalam memberikan gambaran tentang walimah yang akan mereka adakan. Apalagi jika si pembuat undangan bermaksud menampilkan tulisan, kisah atau pesan agar dibaca oleh orang-orang yang mereka undang, tentu facebook kurang memadai untuk itu.

Dari sini kemudian muncullah layanan undangan online berbentuk website atau semacam blog. Layanan undangan online gratis misalnya seperti yang dimanfaatkan oleh beberapa kawan di www.mywedding.com atau layanan sejenis. Cukup mendaftarkan diri dan menyetting ini itu, maka jadilah website undangan kita. Lihat contohnya di sini.

Keuntungan cara ini adalah gratis. Biasanya situs penyedia layanan tersebut juga sudah menyiapkan template yang bisa dipilih sehingga kita tidak terlalu pusing mencari template. Namun kelemahannya adalah undangan semacam ini kurang ekslusif, dalam artian hanya berhenti setelah hari-H berlangsung. Coba bayangkan jika kita bisa meneruskan pengelolaan website undangan itu lebih jauh, misalnya untuk blogging atau memposting berbagai pengalaman memulai rumah tangga, membesarkan anak, bahkan dokumentasi kejadian penting dalam rumah tangga, hingga kelak ketika anak-anak sudah beranjak dewasa, mereka bisa membaca dokumentasi orangtua mereka di sana. Bukankah ini hal yang sangat menarik?

Barangkali terdorong oleh hal ini kemudian ada yang mencoba sedikit lebih bersusah payah dan mengeluarkan biaya ekstra untuk membuat website dengan hosting dan domain sendiri seperti Mas Aan dan Mbak Danti di www.aandanti.com. Dengan begitu, blog tersebut tetap bisa dipakai secara berkelanjutan sebagaimana sudah saya sampaikan di atas. Risikonya adalah harus ada biaya yang dikeluarkan guna membayar hosting dan domain agar blog tersebut tetap eksis, mungkin antara 100-200 ribu setahun (minimal).

Nah, masalahnya, bagaimana jika kita ingin membuat undangan walimah berbentuk website/blog, tetapi kita tidak ingin mengeluarkan biaya ekstra untuk membayar hosting dan domain? Itulah yang akan kita bahas. Tapi bukan di sini. Insya Allah akan saya bahas di tulisan selanjutnya. Semoga bisa segera diposting. Harap bersabar menunggu :)

[Tarbawi Edisi 276] Menakar Selera Kita dalam Saling Mengingatkan

0 komentar
Semangat saling mengingatkan, semangat saling memperbaiki. Bukan saling menjatuhkan. Apalagi menyakiti. Maka apa yang kita sampaikan kepada seseorang hendaknya diniatkan hanya untuk menciptakan perubahan dalam dirinya. Tidak ada selera yang lain.Maka saling mengingatkan adalah sebuah usaha untuk menjangkau hati dan menyentuh jiwa.

Namun saling mengingatkan tentu bukanlah perkara mudah, yang bisa kita lakukan hanya berdasar selera kita saja, tanpa memedulikan isi hati, watak,karakter, dan pikiran manusia-manusia yang kita hadapi. Ini penting, karena niat yang baik tidak selalu bisa diterima secara baik, jika kita yang menjalankannya hanya tahu selera kita saja. Tapi buta atau tak mau tahutentang yang lain, dan tentang hakikat mengingatkan itu sendiri.



WIJHAT| Hasrat Komunikasi

RUHANIYAT| Jangan Takut Jika Harus Lewati Ujian

KEARIFAN| Komunitas Sindikat KUliner

JAULAT| Menelusuri Malam di Jakarta Historical Place

LIQOAT| Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie: Menata Ulang Konstitusi Indonesia

DZIKROYAT| Galuh Sukmara Hafeez: Aktivitas Pendidikan Bagi Tunarungu

Email subscribe

Sign up for our newsletter to receive the latest news and event postings.

Fimadani

Sahabat Al-Aqsha

hasanalbanna.com

Banyak Dibaca

Copyright © 2012 Ruang Tunggu, All Right Reserved. Design by Java Templates